Sistem Story Telling Atau Bercerita Tetapi Bagus Dalam Presentasi

Kebanyakan pembawa acara atau pembicara hebat merupakan pendongeng ulang. Silahkan Anda lihat pembawa acara di TED, karenanya Anda akan menyaksikan bahwa kebanyakan dari mereka betul-betul bagus dalam menerapkan cerita.

Mengapa cerita?
Sebab seluruh orang menyenangi cerita, terlebih bila cerita yang disampaikan relevan dengan topik presentasi yang dibawakan. Cerita yang bagus tak hanya membikin audiens berdaya upaya, namun juga membikin mereka merasakan. Dengan cerita mereka bisa merasa bersemangat dan terinpirasi. Pun dengan cerita mereka dapat merasa sedih dan bersuka ria.

Cerita bisa diaplikasikan untuk seluruh variasi presentasi, termasuk dalam presentasi formal seperti presentasi bisnis. Garr Reynolds dalam bukunya presentation Zen mengatakan “bercerita yakni kunci untuk kepemimpinan dan komunikasi dalam bisnis: “lupakan powerpoint dan statistik, untuk melibatkan masyarakat di tingkat terdalam Anda perlu bercerita. ” Kalimat tersebut dia kutip dari sebuah artikel Harvard Bisnis.

Intinya cerita itu penting dalam presentasi, tidak peduli jenis presentasi Anda. Seandainya cerita diaplikasikan dengan ideal, maka Anda lebih akan mudah mempengaruhi audiens baik secara intelektual maupun emosi.

Contoh Cerita
Jika Anda acap kali melihat video presentasi TED Anda akan melihat sebagian besar presenter TED kuat dengan teknik cerita. Salah satu presenter TED yang juga menerapkan teknik bercerita dalam presentasinya adalah Sunitha Krishnan saat melakukan presentasi di TED India berjudul The Fight Against Sex Slavery.

Sunitha Krishnan menceritakan kisah-kisah besar. Salah satunya yakni yakni cerita tiga kisah memilukan yang dialami oleh buah hati-buah hati kecil yang menjadi perbudakan seks dikala ia memulai presentasi. Berikut yaitu narasi dari cerita hal yang demikian.

“Saya ingin bercerita perihal ketiga si kecil ini, Pranitha, Shaheen, dan Anjali. Ibu Pranitha ialah seorang pelacur, yang dijerumuskan. Dia terkena HIV, dan menjelang akhir hidupnya, saat ia berada pada tahap terakhir AIDS, ia tak bisa melacur, sehingga ia memasarkan Pranitha yang berusia 4 tahun terhadap makelar. Saat kami menerima info itu, kami datang ke sana, Pranitha sudah diperkosa oleh tiga orang.

Aku malahan tak tahu latar belakang Shaheen. Kami menemukannya di rel kereta api, telah diperkosa oleh banyak pria. Aku tak tahu berapa banyak. Tetapi indikasi dari hal itu pada tubuhnya ialah ususnya berada di luar tubuh. Dan saat kami membawanya ke rumah sakit dia memerlukan 32 jahitan untuk mengembalikan ususnya ke dalam. Kami masih tidak tahu siapa orang tuanya, siapa ia. Namun kita tahu yaitu ratusan pria telah menyiksanya secara brutal.

Ayah Anjali, seorang pemabuk, memasarkan si kecilnya untuk pornografi. Di sini anda melihat gambar anak-anak berusia tiga, empat, dan lima tahun yang telah diperdagangkan untuk eksploitasi seksual komersil. Di negara ini, dan di seluruh dunia, ratusan dan ribuan si kecil-si kecil, sejak usia tiga, empat tahun dipasarkan untuk perbudakan seks. Namun itu bukan tujuan tunggal dari penjualan manusia. Mereka dijual untuk diadopsi. Mereka dipasarkan untuk perdagangan organ. Mereka dipasarkan untuk kerja paksa, mengendarai balapan unta, dan lain-lain”.

Cerita di atas cuma satu komponen dari presentasi Sunitha Krishnan. Masih ada kisah-kisah lain yang ia sampaikan seperti kisah yang pernah dialaminya sendiri. Seperti kejadian pemerkosaan yang dialami, kejadian-kejadian tragis yang dialami oleh orang-orang yang mengalami perbudakan seks dan cerita bagaimana ia menolong dan memberdayakan mereka.

Untuk memperhatikan video presentasi dari Sunitha Krishnan dan ulasan yang saya lakukan silakan Anda baca review kami seputar Video Presentasi Inspiratif Sunitha Krishnan Cara melawan perbudakan seks

Cara Bercerita?
Sebab cerita dalam sebuah presentasi memang tidak gampang. Karena ini bukan hanya bercerita, tapi bagaimana Anda mampu memilih cerita yang relefan, mempunyai energi tarik dan Anda kapabel menyampaikannya dengan bagus, sehingga audiens peduli. Ada beberapa prinsip-prinsip utama yang perlu Anda tahu dalam memakai cerita antara lain,

1. Cerita semestinya memiliki tujuan
Kalau format cerita Anda, apakah itu fakta atau hanya ilustrasi patut memiliki tujuan yang jelas. Anda harus memikirkan apa yang akan dipahami dan dirasakan audiens dari cerita yang Anda sajikan. Jadi sebelum memilih cerita, pikirkan betul apa yang Anda harapkan dari audiens dari cerita yang Anda sampaikan. Dengan demikian, cerita Anda akan benar-benar tepat sasaran untuk mensupport kesuksesan presentasi Anda.

2. Cerita wajib relevan
Cerita dengan tujuan yang terang baik, tapi jika tak relevan kesudahannya juga tidak akan efektif. Cerita dalam presentasi harus relevan dengan topik yang Anda sampaikan. Sekiranya cerita tak relevan maka dengan pesat audiens bahkan akan melupakan cerita Anda, dan itu tak akan memberikan pengaruh apa-apa pada presentasi Anda.

3. Cerita semestinya dapat membikin penasaran
Tujuan Anda telah jelas, cerita Anda juga relevan, tapi jika cerita hal yang demikian telah tak jarang audiens dengar, pengaruhnya tidak akan signifikan. Paling tepat sasaran carilah cerita yang masih jarang audiens dengar. Cerita pengalaman pribadi bisa menjadi alternatif yang efektif untuk Ana lakukan. Karena sifatnya yang personal, besar kemungkinan audiens belum tahu perihal cerita Anda.

4. Cerita semestinya diperkenalkan dengan penghayatan
Cerita yang baik selain mempunyai tujuan, relevan dan menciptakan penasaran juga harus disampaikan dengan penuh ketulusan dan penghayatan. Tanpa penghayatan cerita Anda tak akan meraba emosionil audiens.

Ibarat kudapan manis cerita ialah krim pelapis kue, bukan kudapan manis itu sendiri. Untuk melengkapi cerita dan membuat cerita kuat, Anda memerlukan bagian-komponen yang lain, seperti gesture tubuh, mimik wajah, intonasi dan lain-lain. Sebab cerita yang bagus tidak cuma terwujud dari unsur cerita saja (info yang Anda sampaikan). Cerita menjadi kuat karena ia dilengkapi pemakaian bahasa tubuh yang pas seperti pengaplikasian intonasi, gesture, mimik wajah dan jeda.


Dari penjelasan mengenai metode story telling atau bercerita dalam presentasi di atas bisa aku simpulkan bahwa.

Cerita yang diterapkan atau dipersembahkan dengan tepat, akan berakibat kuat dalam diri audiens bagus secara intelektual ataupun emosi. Dan untuk bisa menyampaikan cerita dengan baik Anda mesti bisa menggunakan prinsip-prinsip utama yakni cerita Anda sepatutnya memiliki tujuan, mesti relevan dengan topik yang dipersembahkan, bisa membuat penasaran dan mesti disajikan penuh penghayatan.


Baca Artikel Terkait di Personalb

Sistem Story Telling Atau Bercerita Tetapi Bagus Dalam Presentasi

Kebanyakan pembawa acara atau pembicara hebat merupakan pendongeng ulang. Silahkan Anda lihat pembawa acara di TED, karenanya Anda akan menyaksikan bahwa kebanyakan dari mereka amat bagus dalam mengaplikasikan cerita.

Kenapa cerita?
Karena semua orang menyenangi cerita, secara khusus apabila cerita yang disampaikan relevan dengan topik presentasi yang dibawakan. Cerita yang bagus tak hanya membikin audiens berdaya upaya, tapi juga membuat mereka menikmati. Dengan cerita mereka dapat merasa giat dan terinpirasi. Bahkan dengan cerita mereka dapat merasa sedih dan berbahagia.

Cerita dapat digunakan untuk segala macam presentasi, termasuk dalam presentasi formal seperti presentasi bisnis. Garr Reynolds dalam bukunya presentation Zen mengatakan “bercerita yaitu kunci untuk kepemimpinan dan komunikasi dalam bisnis: “lupakan powerpoint dan statistik, untuk melibatkan masyarakat di tingkat terdalam Anda perlu bercerita. ” Kalimat hal yang demikian ia kutip dari sebuah tulisan Harvard Bisnis.

Intinya cerita itu penting dalam presentasi, tak peduli ragam presentasi Anda. Seandainya cerita diaplikasikan dengan ideal, karenanya Anda lebih akan gampang memberi pengaruh audiens bagus secara intelektual ataupun emosional.

Model Cerita
Bila Anda tak jarang mengamati video presentasi TED Anda akan mengamati beberapa besar pembawa acara TED kuat dengan teknik cerita. Salah satu pembawa acara TED yang juga memakai teknik bercerita dalam presentasinya merupakan Sunitha Krishnan ketika melaksanakan presentasi di TED India berjudul The Fight Against Sex Slavery.

Sunitha Krishnan menyebutkan kisah-kisah besar. Salah satunya merupakan merupakan cerita tiga kisah memilukan yang dialami oleh si kecil-anak kecil yang menjadi perbudakan seks saat dia mengawali presentasi. Berikut adalah narasi dari cerita tersebut.

“Saya berkeinginan bercerita seputar ketiga buah hati ini, Pranitha, Shaheen, dan Anjali. Ibu Pranitha yakni seorang pelacur, yang dijerumuskan. Ia terkena HIV, dan memasuki akhir hidupnya, saat dia berada pada tahap terakhir AIDS, dia tidak dapat melacur, sehingga dia menjual Pranitha yang berusia 4 tahun kepada makelar. Dikala kami mendapatkan kabar itu, kami datang ke sana, Pranitha telah diperkosa oleh tiga orang.

Saya pun tidak tahu latar belakang Shaheen. Kami menemukannya di rel kereta api, sudah diperkosa oleh banyak pria. Saya tak tahu berapa banyak. Namun indikasi dari hal itu pada tubuhnya yakni ususnya berada di luar tubuh. Dan dikala kami membawanya ke rumah sakit ia membutuhkan 32 jahitan untuk mengembalikan ususnya ke dalam. Kami masih tidak tahu siapa orang tuanya, siapa dia. Tapi kita tahu yaitu ratusan pria telah menyiksanya secara brutal.

Ayah Anjali, seorang pemabuk, menjual buah hatinya untuk pornografi. Di sini anda melihat gambar buah hati-buah hati berusia tiga, empat, dan lima tahun yang telah diperdagangkan untuk eksploitasi seksual komersil. Di negara ini, dan di segala dunia, ratusan dan ribuan si kecil-si kecil, semenjak umur tiga, empat tahun dijual untuk perbudakan seks. Melainkan itu bukan tujuan tunggal dari penjualan manusia. Mereka dipasarkan untuk diadopsi. Mereka dipasarkan untuk perdagangan organ. Mereka dijual untuk kerja paksa, mengendarai balapan unta, dan lain-lain”.

Cerita di atas hanya satu bagian dari presentasi Sunitha Krishnan. Masih ada kisah-kisah lain yang ia sampaikan seperti kisah yang pernah dialaminya sendiri. Seperti kejadian pemerkosaan yang dialami, kejadian-kejadian tragis yang dialami oleh orang-orang yang mengalami perbudakan seks dan cerita bagaimana dia membantu dan memberdayakan mereka.

Untuk melihat video presentasi dari Sunitha Krishnan dan ulasan yang aku lakukan silakan Anda baca review kami perihal Video Presentasi Inspiratif Sunitha Krishnan Cara melawan perbudakan seks

Metode Bercerita?
Sebab cerita dalam sebuah presentasi memang tak gampang. Karena ini bukan cuma bercerita, tetapi bagaimana Anda mampu memilih cerita yang relefan, mempunyai tenaga tarik dan Anda sanggup menyampaikannya dengan baik, sehingga audiens peduli. Ada sebagian prinsip-prinsip utama yang perlu Anda tahu dalam mengaplikasikan cerita antara lain,

1. Cerita wajib mempunyai tujuan
Apabila wujud cerita Anda, apakah itu fakta atau cuma gambaran mesti mempunyai tujuan yang terang. Anda patut memikirkan apa yang akan dipahami dan dinikmati audiens dari cerita yang Anda sajikan. Jadi sebelum memilih cerita, pikirkan betul apa yang Anda harapkan dari audiens dari cerita yang Anda sampaikan. Dengan demikian, cerita Anda akan benar-benar efektif untuk mensupport kesuksesan presentasi Anda.

2. Cerita wajib relevan
Cerita dengan tujuan yang terang baik, tapi jika tak relevan kesudahannya juga tidak akan efektif. Cerita dalam presentasi harus relevan dengan topik yang Anda sampaikan. Sekiranya cerita tak relevan maka dengan pesat audiens malahan akan melupakan cerita Anda, dan itu tak akan memberikan pengaruh apa-apa pada presentasi Anda.

3. Cerita semestinya dapat membikin penasaran
Tujuan Anda telah jelas, cerita Anda juga relevan, tapi sekiranya cerita hal yang demikian sudah sering kali audiens dengar, imbasnya tak akan signifikan. Paling efektif carilah cerita yang masih jarang audiens dengar. Cerita pengalaman pribadi dapat menjadi opsi yang efektif untuk Ana lakukan. Sebab sifatnya yang personal, besar kemungkinan audiens belum tahu seputar cerita Anda.

4. Cerita sepatutnya diberi tahu dengan penghayatan
Cerita yang baik selain mempunyai tujuan, relevan dan mewujudkan penasaran juga harus disajikan dengan penuh ketulusan dan penghayatan. Tanpa penghayatan cerita Anda tidak akan menyentuh emosional audiens.

Ibarat kue cerita adalah krim pelapis kudapan manis, bukan kue itu sendiri. Untuk melengkapi cerita dan membuat cerita kuat, Anda membutuhkan bagian-komponen yang lain, seperti gesture tubuh, mimik wajah, intonasi dan lain-lain. Sebab cerita yang bagus tak cuma terbentuk dari faktor cerita saja (berita yang Anda sampaikan). Cerita menjadi kuat sebab ia dilengkapi pemakaian bahasa tubuh yang pas seperti pengaplikasian intonasi, gesture, mimik wajah dan jeda.


Dari penjelasan mengenai metode story telling atau bercerita dalam presentasi di atas bisa aku simpulkan bahwa.

Cerita yang digunakan atau dipersembahkan dengan tepat, akan berakibat kuat dalam diri audiens baik secara intelektual ataupun emosi. Dan untuk dapat memperkenalkan cerita dengan baik Anda sepatutnya bisa mengaplikasikan prinsip-prinsip utama merupakan cerita Anda seharusnya mempunyai tujuan, sepatutnya relevan dengan topik yang diperkenalkan, bisa membikin penasaran dan seharusnya dipersembahkan penuh penghayatan.


Baca Artikel Terkait di aldiator.blog

Cara Story Telling Atau Bercerita Tapi Baik Dalam Presentasi

Kebanyakan pembawa acara atau pembicara hebat merupakan pendongeng ulang. Silahkan Anda lihat pembawa acara di TED, karenanya Anda akan menyaksikan bahwa kebanyakan dari mereka betul-betul bagus dalam menerapkan cerita.

Mengapa cerita?
Sebab semua orang menyukai cerita, lebih-lebih jika cerita yang dipersembahkan relevan dengan topik presentasi yang dibawakan. Cerita yang bagus tak hanya membikin audiens berpikir, tapi juga membuat mereka menikmati. Dengan cerita mereka dapat merasa giat dan terinpirasi. Pun dengan cerita mereka dapat merasa sedih dan gembira.

Cerita bisa dipakai untuk segala macam presentasi, termasuk dalam presentasi formal seperti presentasi bisnis. Garr Reynolds dalam bukunya presentation Zen mengatakan “bercerita merupakan kunci untuk kepemimpinan dan komunikasi dalam bisnis: “lupakan powerpoint dan statistik, untuk melibatkan masyarakat di tingkat terdalam Anda perlu bercerita. ” Kalimat hal yang demikian dia kutip dari sebuah artikel Harvard Bisnis.

Intinya cerita itu penting dalam presentasi, tidak peduli tipe presentasi Anda. Jikalau cerita digunakan dengan pas, maka Anda lebih akan mudah memberi pengaruh audiens bagus secara intelektual maupun emosional.

Contoh Cerita
Jika Anda acap kali memandang video presentasi TED Anda akan memandang beberapa besar pembawa acara TED kuat dengan teknik cerita. Salah satu pembawa acara TED yang juga menggunakan teknik bercerita dalam presentasinya merupakan Sunitha Krishnan ketika melaksanakan presentasi di TED India berjudul The Fight Against Sex Slavery.

Sunitha Krishnan menyebutkan kisah-kisah besar. Salah satunya merupakan merupakan cerita tiga kisah memilukan yang dialami oleh si kecil-si kecil kecil yang menjadi perbudakan seks saat dia mengawali presentasi. Berikut adalah narasi dari cerita tersebut.

“Saya berharap bercerita seputar ketiga buah hati ini, Pranitha, Shaheen, dan Anjali. Ibu Pranitha yakni seorang pelacur, yang dijerumuskan. Ia terkena HIV, dan memasuki akhir hidupnya, ketika ia berada pada tahap terakhir AIDS, dia tidak dapat melacur, sehingga dia memasarkan Pranitha yang berusia 4 tahun kepada makelar. Dikala kami mendapatkan isu itu, kami datang ke sana, Pranitha telah diperkosa oleh tiga orang.

Aku malah tidak tahu latar belakang Shaheen. Kami menemukannya di rel kereta api, sudah diperkosa oleh banyak pria. Saya tak tahu berapa banyak. Tetapi indikasi dari hal itu pada tubuhnya adalah ususnya berada di luar tubuh. Dan dikala kami membawanya ke rumah sakit dia memerlukan 32 jahitan untuk mengembalikan ususnya ke dalam. Kami masih tak tahu siapa orang tuanya, siapa dia. Tapi kita tahu yakni ratusan pria sudah menyiksanya secara brutal.

Ayah Anjali, seorang pemabuk, memasarkan buah hatinya untuk pornografi. Di sini anda mengamati gambar anak-buah hati berusia tiga, empat, dan lima tahun yang sudah diperdagangkan untuk eksploitasi seksual komersil. Di negara ini, dan di semua dunia, ratusan dan ribuan buah hati-si kecil, sejak umur tiga, empat tahun dijual untuk perbudakan seks. Tapi itu bukan tujuan tunggal dari penjualan manusia. Mereka dijual untuk diadopsi. Mereka dipasarkan untuk perdagangan organ. Mereka dipasarkan untuk kerja paksa, mengendarai balapan unta, dan lain-lain”.

Cerita di atas hanya satu komponen dari presentasi Sunitha Krishnan. Masih ada kisah-kisah lain yang ia sampaikan seperti kisah yang pernah dialaminya sendiri. Seperti kejadian pemerkosaan yang dialami, kejadian-kejadian tragis yang dialami oleh orang-orang yang mengalami perbudakan seks dan cerita bagaimana dia menolong dan memberdayakan mereka.

Untuk memperhatikan video presentasi dari Sunitha Krishnan dan ulasan yang aku lakukan silakan Anda baca ulasan kami seputar Video Presentasi Inspiratif Sunitha Krishnan Metode melawan perbudakan seks

Sistem Bercerita?
Sebab cerita dalam sebuah presentasi memang tak mudah. Karena ini bukan cuma bercerita, tapi bagaimana Anda cakap memilih cerita yang relefan, memiliki kekuatan tarik dan Anda sanggup menyampaikannya dengan bagus, sehingga audiens peduli. Ada beberapa prinsip-prinsip utama yang perlu Anda tahu dalam menerapkan cerita antara lain,

1. Cerita sepatutnya memiliki tujuan
Bila wujud cerita Anda, apakah itu fakta atau cuma ilustrasi wajib mempunyai tujuan yang jelas. Anda wajib memikirkan apa yang akan dipahami dan dinikmati audiens dari cerita yang Anda sajikan. Jadi sebelum memilih cerita, pikirkan betul apa yang Anda harapkan dari audiens dari cerita yang Anda sampaikan. Dengan demikian, cerita Anda akan benar-benar tepat sasaran untuk menyokong kesuksesan presentasi Anda.

2. Cerita sepatutnya relevan
Cerita dengan tujuan yang jelas bagus, tetapi jika tak relevan akhirnya juga tak akan efektif. Cerita dalam presentasi wajib relevan dengan topik yang Anda sampaikan. Kalau cerita tak relevan maka dengan kencang audiens malahan akan melupakan cerita Anda, dan itu tidak akan memberikan imbas apa-apa pada presentasi Anda.

3. Cerita patut bisa membikin penasaran
Tujuan Anda sudah jelas, cerita Anda juga relevan, tetapi jika cerita tersebut sudah kerap audiens dengar, dampaknya tak akan signifikan. Paling tepat sasaran carilah cerita yang masih jarang audiens dengar. Cerita pengalaman pribadi dapat menjadi pilihan yang efektif untuk Ana lakukan. Sebab sifatnya yang personal, besar kemungkinan audiens belum tahu seputar cerita Anda.

4. Cerita wajib diberi tahu dengan penghayatan
Cerita yang bagus kecuali mempunyai tujuan, relevan dan menghasilkan penasaran juga patut dipersembahkan dengan penuh ketulusan dan penghayatan. Tanpa penghayatan cerita Anda tidak akan menyentuh emosi audiens.

Ibarat kue cerita yaitu krim pelapis kue, bukan kue itu sendiri. Untuk melengkapi cerita dan membikin cerita kuat, Anda memerlukan bagian-bagian yang lain, seperti gesture tubuh, mimik wajah, intonasi dan lain-lain. Sebab cerita yang baik tak hanya terwujud dari elemen cerita saja (berita yang Anda sampaikan). Cerita menjadi kuat karena dia dilengkapi penggunaan bahasa tubuh yang tepat seperti pengaplikasian intonasi, gesture, mimik wajah dan jeda.


Dari penjelasan mengenai metode story telling atau bercerita dalam presentasi di atas dapat aku simpulkan bahwa.

Cerita yang diaplikasikan atau diberi tahu dengan tepat, akan berimbas kuat dalam diri audiens baik secara intelektual maupun emosional. Dan untuk bisa memberi tahu cerita dengan baik Anda sepatutnya bisa menerapkan prinsip-prinsip utama ialah cerita Anda sepatutnya mempunyai tujuan, harus relevan dengan topik yang diperkenalkan, dapat membikin penasaran dan wajib dikenalkan penuh penghayatan.


Baca Artikel Terkait di Live Style

Tutorial Akurat Memilih Komputer Gaming: Nggak Wajib Mahal Kok!

 


Berkeinginan membeli sebuah laptop gaming tapi kebingungan manakah laptop yang tepat dan cocok dengan budget yang dimiliki? Di bawah ini terdapat beberapa nilai yang diubahsuaikan dari Jalan Tikus yang perlu kau observasi sebelum membeli sebuah notebook untuk memanjakan kau yang hobi bermain game. Yang dipikiran orang-orang selama ini yakni notebook gaming adalah sebuah laptop yang memiliki spesifikasi tinggi dengan desain yang menarik perhatian. Dengan spesifikasi tinggi inilah yang membuat harganya tidak murah diperbandingkan dengan komputer jinjing atau ultrabook lazim.

Prosesor
Prosesor merupakan otak dari sebuah laptop. Kian tinggi sebauh prosesor, tentu performa dari laptop gaming tersebut akan kian baik. Laptop gaming saat ini biasanya sudah dilengkapi dengan prosesor tinggi, baik itu Intel maupun AMD. Bila kamu ialah salah satu pemain game berat dengan durasi panjang, lebik baik kamu memilih sebuah laptop dengan prosesor Intel, sebab prosesor ini rupanya lebih hemat daya dan tidak pesat panas.

Pada laptop gaming dengan prosesor Intel, pastikan kau memilih laptop dengan prosesor berlabel MQ atau HQ (figur: i7-6700HQ). Jangan memaksa prosesor berlabel U untuk diaplikasikan bermain game, karena prosesor berlabel U umumnya diaplikasikan untuk hal-hal ringan saja. Minimal prosesor Intel yang dibutuhkan dari notebook gaming merupakan Intel Core i5, yang disarankan merupakan Intel Core i7. Meskipun untuk prosesor AMD, pilihlah seri A10 atau FX Series. Kualitas lain yang perlu diperhatikan ialah kecepatan prosesor (GHz), kian tinggi angka GHz, maka akan semakin cepat prosesor notebook tersebut.

VGA
VGA merupakan graphic card yang ialah salah satu komponen secara khusus dalam memilih sebuah komputer jinjing gaming berkualitas. Sedangkan VGA sangat memberi pengaruh tampilan dan kwalitas game yang kita mainkan. Minimal VGA yang dibutuhkan dalam komputer jinjing gaming ialah Nvidia GeForce GT840 dan Nvidia FTX Series sepeerti GTX950, GTX960, GTX970, atau GTX980. Sedangkan untuk VGA AMD, kamu bisa mencoba seri R7 230 ke atas atau R9 Series.

RAM
RAM juga menjadi salah satu komponen penting dalam memilih komputer jinjing gaming. Pastikan kamu membeli laptop gaming yang mempunyai RAM di atas 4 GB. Beberapa juga dapat memilih laptop gaming yang menyediakan slot RAM tambahan yang sangat bermanfaat apabila kamu ingin upgrade RAM. Game-game berat dikala ini seperti GTA V, Mad Max, dan Watch Dog membutuhkan paling tak RAM 8 GB agar dapat berjalan dengan bagus.

Media Penyimpanan
Ada dua media penyimpanan pada sebuah notebook, merupakan SSD dan HDD. Pada laptop gaming, lebih bagus kau memilih komputer jinjing yang memiliki HDD minimal 1 TB. Pasalnya game saat ini sungguh-sungguh memakan banyak storage ketika diinstal.

Tenaga notebook gaming terupdate ketika ini menyediakan slot untuk menambah HDD supaya penyimpanannya bisa ditambah, hal ini juga dapat menjadi pertimbangan kamu dalam memilih notebook gaming.

Baterai
Karena tahan baterai pada notebook gaming kerap menjadi dilema bagi banyak pengguna. notebook gaming berkualitas menerapkan spesifikasi tinggi dan daya kerja yang cukup berat. Lebih bagus kamu membeli notebook dengna baterai yang gampang dilepas, agar gampang menggantinya ketika baterai sudah rusak.

Baca Artikel Terkait Tentang laptop gaming murah

Kiat Memilih Notebook Bermutu yang Patut Kau Ketahui

 

 


Kiat memilih notebook berkualitas dan membeli notebook yang cocok dengan kebutuhan. Berawal dari pertanyaan temen, bagaimana cara memilih notebook yang baik dan berkwalitas, ane berharap kasih beberapa kiat jitu metode memilih notebook yang bermutu. Ane sengaja tulis disini karena mungkin banyak diantara pembaca yang juga sedang bingung bagaimana caranya memilih komputer jinjing yang bagus. Menurut ane membeli atau mencari notebook itu seperti mencari pasangan sob. Mengapa semacam itu ? sebab dalam memilih komputer jinjing tak cuma bedasarkan format fisik ataupun luarannya saja, tapi juga wajib juga pas dengan kita. Tepat disini maksudnya, ideal untuk keperluan yang akan kita gunakan nanti dengan laptop yang kita beli, tepat dalam pengaplikasian, kenyamanan, kesempurnaan cintaa… serta tentunya pas dikantong juga.

Daripada terlalu banyak mondar – mandir ngomongnya, lebih bagus ane beri kini aja tips – kiat memilih notebook yang baik dan berkualiatas, oke lantas saja kita simak bersama – sama materi intinya :

1. Sesuaikan Dengan Kebutuhanmu
Pertama kita harus memperhatikan kebutuhan kita sendiri, berharap dipakai untuk apa notebook yang kita beli nantinya. Untuk memudahkan ane bagi ke dalam tiga kelompok utama yakni :
a. Komputer Kantoran
b. Jinjing Desain Grafis
c. Notebook Gaming

2. Perhatikan Macam Notebook
Penting juga untuk melihat macam notebook seperti apa yang akan kita beli nanti, disesuaikan dengan keperluan dan budget yang kita punya tentunya. Misal kita butuh macam notebook kelas gaming. Karenanya sesuaikan dulu sama budget di kantong sebab pastinya notebook jenis gaming memiliki spesifikasi yang telah sangat mumpuni (baca: Harga Laptop Dell Alienware Gaming ), dan tentunya harganya bahkan tidak keok menyolok mata.

Nah yang satu ini juga kadang menjadi kendala sob, pastikan dahulu budget yang kita punya cukup atau enggak buat beli notebook yang kita pengen, jangan karena udah ngebet banget eh sampai lupa aggaran kantong sendiri.

Merk dapat menjadi salah satu acuan dalam memutuskan pilihan dalam membeli notebook. Bukannya ane hanya pro sama sebagian merk ( vendor ) tertentu saja sob, tapi lebih ditekankan pada keunggulan apa yang diusung oleh sebuah brand laptop itu sendiri. Kita ambil teladan Toshiba terkenal sebagai komputer jinjing yang bendung banting dan memiliki usia pakai yang relatif lebih lama dibanding brand lain. Asus memiliki layanan service terbaik.

3. Pastikan Garansi & Service
Garansi yaitu salah satu hal yang harus kita perhatikan dalam memilih laptop, sebab biasanya lamanya waktu garansi dapat menjadi referensi suatu produk itu memiliki kualitas yang bagus atau tak. Umpamanya notebook Asus, ia berani memberikan garansi hingga dengan 2 tahun. Atau Dell dengan pedenya, dikala laptop Anda rusak, bakalan diganti dengan baru. Dalam membeli laptop pastikan juga ketersediaan service center-nya, usahakan letak service centernya tidak jauh atau minimal ada di kota kalian sob. Ini akan memudahkan jikalau – bila nanti ada kendala atau kerusakan pada komputer jinjing yang dibeli, sehingga kerusakan atau kendala yang ada bisa cepat dituntaskan.

4. Tak Keok Pentingnya, Harga Jual Kembali
Sebelum membeli notebook lebih bagus cari khususnya dulu tipe, brand, atau laptop seperti apa yang punya harga jual kembali yang tidak terlalu anjlok, bukan tidak mungkin kan nanti kita berniat untuk memasarkannya lagi, mungkin sebab sudah bosan, pingin upgrade, dapat juga jikalau – jikalau kepepet ya sob.

5. Cek sebelum meninggalkan toko
Untuk satu ini, tentu saja cuma dapat dilaksanakan oleh Anda yang membeli laptop secara offline, ialah di kios laptop. Untuk satu hal ini termasuk penting, sebab untuk menghindari hal-hal yang kurang nantinya. Saya pernah punya pengalaman, adalah membeli laptop tanpa aku cek. Walhasil, ada bagian tuts keyboard yang rusak pada notebook aku. Nah itu mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk Anda.

Sepertinya hanya segitu aja kiat – kiat yang dapat ane kasih, namun lumayan lah bisa buat bahan pertimbangan nantinya buat nentuin notebook seperti apa yang bakal kita beli nanti. Jadilah pembeli yang cerdas, jangan sampe salah pilih. Semoga berguna.

Baca Artikel Terkait Tentang laptop gaming murah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15